Saham ADRO Melemah pada Perdagangan 30 Desember 2025

ADRO

Pelemahan Saham ADRO Terjadi pada Perdagangan Terakhir 2025

Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan terakhir Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 30 Desember 2025. Saham emiten batu bara tersebut terkoreksi 6,94 persen dan ditutup pada level Rp1.810 per saham.

Koreksi ini terjadi seiring ADRO memasuki masa ex date pembagian dividen interim, yang membuat banyak investor melakukan aksi jual demi mengunci keuntungan. Harga sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp1.840 dan merosot ke titik terendah Rp1.805 per saham.

Berdasarkan data RTI, perdagangan saham ADRO hari itu mencatat frekuensi sebanyak 40.992 kali dengan volume mencapai 1,51 juta saham. Nilai transaksinya mencapai Rp274,7 miliar.

Baca Juga : “Jumlah IPO 2025 Menurun, Dana Terkumpul Justru Naik“

Saham ADRO Turun Hampir 30 Persen Sepanjang 2025

Mengutip data Google Finance, saham ADRO juga mencatatkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir. Dalam lima hari perdagangan, harga saham melemah 5,24 persen. Secara year to date (YTD), saham ADRO telah kehilangan 28,46 persen dari nilainya.

Penurunan ini mencerminkan tekanan berkelanjutan di sektor energi, termasuk volatilitas harga batu bara dan rotasi investor menjelang akhir tahun fiskal. Periode ex date juga turut memperburuk tekanan jual terhadap saham emiten ini.

Koreksi Harga Saham Terkait Momentum Ex Dividen

Ex date adalah tanggal di mana pembeli saham tidak lagi berhak atas dividen yang dibagikan. Karena itu, banyak investor cenderung menjual sahamnya pada saat ini, yang menyebabkan harga saham melemah secara teknikal.

ADRO memasuki masa ex dividen pada 30 Desember 2025 untuk pasar reguler dan negosiasi. Sebelumnya, cum dividen telah terjadi sehari sebelumnya, yaitu pada 29 Desember 2025.

Fenomena koreksi harga pada masa ex date bukan hal yang mengejutkan dan seringkali bersifat sementara. Investor jangka panjang umumnya akan mempertimbangkan pembagian dividen sebagai bagian dari strategi total return mereka.

IHSG Melemah Tipis Dipengaruhi Aksi Jual Saham Dividen

Pelemahan saham ADRO memberikan dampak tersendiri terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya menguat tipis 0,03 persen ke level 8.646,93 pada perdagangan Selasa, 30 Desember 2025.

IHSG sempat menyentuh titik tertinggi harian di level 8.663,66 dan terendah di 8.584,8. Dari total 809 saham yang diperdagangkan, 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Nilai transaksi mencapai Rp20,6 triliun dari total volume sebanyak 39,5 miliar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali. Aktivitas pasar ini menunjukkan investor cenderung wait and see menjelang tutup tahun.

Pasar Bersikap Hati-Hati Jelang Libur Panjang

Pengamat pasar modal Reydi Octa menilai aksi investor yang memilih menghindari posisi hold di akhir tahun menjadi faktor lain yang menekan pergerakan saham. Menurutnya, banyak investor memilih mencairkan keuntungan sebelum memasuki masa libur akhir tahun.

“Investor lebih memilih mengamankan posisi dan menghindari risiko tak terduga selama libur panjang. Setelah itu, mereka akan mempertimbangkan buyback pada awal tahun,” ujar Reydi kepada Liputan6.com, Selasa (30/12).

Reydi menambahkan, masuknya masa ex date untuk saham ADRO dan BBRI juga turut menahan laju IHSG yang cenderung stagnan menjelang akhir tahun perdagangan.

ADRO Bagikan Dividen Interim USD 250 Juta

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebelumnya telah mengumumkan pembagian dividen interim senilai USD 250 juta untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil oleh direksi dan disetujui dewan komisaris pada 17 Desember 2025.

Dividen tersebut diberikan berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025. Perseroan mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 301,58 juta, saldo laba ditahan tidak terbatas sebesar USD 3,32 miliar, dan total ekuitas USD 5,15 miliar.

Jadwal Lengkap Pembagian Dividen ADRO

Berikut ini adalah jadwal lengkap pembagian dividen interim ADRO:

  • Cum dividen pasar reguler & negosiasi: 29 Desember 2025
  • Ex dividen pasar reguler & negosiasi: 30 Desember 2025
  • Cum dividen pasar tunai: 2 Januari 2026
  • Ex dividen pasar tunai: 5 Januari 2026
  • Tanggal recording pemegang saham: 2 Januari 2026 (pukul 16:00 WIB)
  • Tanggal pembayaran dividen: 15 Januari 2026

Dengan jadwal tersebut, investor yang tercatat sebagai pemegang saham pada 2 Januari 2026 akan menerima dividen tunai pada pertengahan bulan Januari.

Performa Saham ADRO Sebelumnya Stabil

Menariknya, pada 17 Desember 2025—saat pengumuman dividen—harga saham ADRO justru ditutup menguat 0,55 persen ke level Rp1.815 per saham. Saat itu, harga dibuka naik 15 poin dan bergerak di kisaran Rp1.805 hingga Rp1.845 per saham.

Jumlah perdagangan hari itu mencapai 12.859 kali dengan volume sebesar 553.029 saham dan nilai transaksi Rp100,9 miliar. Kenaikan ini mencerminkan respons positif investor terhadap keputusan pembagian dividen sebelum memasuki masa ex date.

ADRO Tambah Kepemilikan di ADMR Senilai Rp331 Miliar

Selain pembagian dividen, ADRO juga memperkuat posisinya di entitas anak. Pada 16 Oktober 2025, ADRO membeli 231 juta saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan harga Rp1.435 per saham. Total nilai akuisisi ini mencapai Rp331,48 miliar.

Transaksi ini memperbesar kepemilikan ADRO atas ADMR menjadi 34,75 miliar saham atau 85,01 persen. Sebelumnya, ADRO menggenggam 84,45 persen saham ADMR. Langkah ini menandakan komitmen ADRO untuk terus memperkuat portofolio di sektor pertambangan mineral.

Proyeksi Awal Tahun 2026: Momentum Baru atau Lanjutan Koreksi?

Dengan dinamika akhir tahun seperti ex date dividen, aksi ambil untung, dan strategi repositioning investor, awal tahun 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi saham ADRO maupun pergerakan IHSG secara umum.

Jika harga batu bara dunia membaik dan sentimen pasar menguat, bukan tidak mungkin saham ADRO akan mengalami rebound. Namun, faktor global seperti kebijakan The Fed, harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik juga akan mempengaruhi arah pasar.

Investor disarankan untuk mencermati perkembangan data makro dan kebijakan perusahaan, terutama menyangkut ekspansi, aksi korporasi, dan kebijakan pembagian laba.

Baca Juga : “Musim Lesu Saham-saham Royal Tebar Dividen, BBCA, ADRO Cs“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *