Tambang Martabe Kembali Produksi, UNTR Panggil Karyawan

UNTR Pulihkan Operasi Tambang Martabe Secara Bertahap, Targetkan Produksi 65 Ribu Ounce Emas

gelorawarta.com – PT United Tractors Tbk (UNTR) menjalankan pemulihan operasional Tambang Emas Martabe secara bertahap setelah kegiatan produksi kembali dimulai pada Mei 2026. Perusahaan menargetkan tambang yang berlokasi di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, tersebut mampu menghasilkan sekitar 65 ribu ounce emas sepanjang 2026.

Presiden Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menjelaskan bahwa Tambang Martabe belum beroperasi dengan kapasitas penuh. Pemulihan membutuhkan waktu karena perusahaan harus memastikan kesiapan peralatan, tenaga kerja, infrastruktur, serta penerapan standar keselamatan dan lingkungan.

Tambang Martabe dikelola oleh PT Agincourt Resources, anak usaha UNTR. Sebelumnya, kegiatan operasional tambang sempat dihentikan selama sekitar lima bulan sehingga proses produksi tidak dapat langsung kembali ke tingkat normal.

Produksi Tambang Martabe Kembali Berjalan Sejak Mei 2026

Iwan mengatakan perusahaan mengaktifkan kembali kegiatan pertambangan secara bertahap. Menurutnya, tambang yang cukup lama berhenti memerlukan pemeriksaan menyeluruh sebelum dapat meningkatkan kapasitas produksi.

“Nah, ini prosesnya kita lakukan secara gradual, karena memang untuk suatu tambang mulai beroperasi itu tidak bisa langsung 100% recovery,” kata Iwan dalam Public Expose yang berlangsung secara daring, Senin (7/9/2026).

Tahapan pemulihan mencakup pemeriksaan dan pemeliharaan alat berat, penataan kembali fasilitas kontraktor, serta evaluasi kesiapan infrastruktur pendukung. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran operasional sekaligus mengurangi risiko saat aktivitas pertambangan kembali ditingkatkan.

Perusahaan juga harus memastikan seluruh sistem kerja memenuhi ketentuan keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan. Aspek tersebut menjadi perhatian penting mengingat lokasi Tambang Martabe berada di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai Batangtoru.

UNTR Targetkan Produksi Emas Mencapai 65 Ribu Ounce

UNTR memperkirakan Tambang Martabe dapat memproduksi sekaligus menjual sekitar 65 ribu ounce emas selama 2026. Target itu mempertimbangkan proses pemulihan yang masih berlangsung dan kapasitas tambang yang belum sepenuhnya kembali normal.

“Jadi kita harus menyiapkan alat lagi, kita harus meminta karyawan-karyawan kita untuk back to work. Jadi prosesnya bertahap,” ujar Iwan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan produksi dan penjualan emas diharapkan terus berjalan sampai akhir tahun. Namun, peningkatan volume dalam skala lebih besar baru akan dilakukan setelah perusahaan memastikan kesiapan seluruh fasilitas.

“Baru mungkin di tahun depan kita akan mulai tingkatkan lagi sesuai dengan readiness dari infrastruktur kita,” lanjutnya.

Dengan demikian, fokus perusahaan pada 2026 tidak hanya mengejar volume produksi. UNTR juga memprioritaskan stabilitas operasional agar peningkatan kapasitas pada tahun berikutnya dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Karyawan yang Dirumahkan Mulai Dipanggil Kembali

Pemulihan Tambang Martabe turut mencakup pemanggilan kembali pekerja yang sempat dirumahkan selama penghentian operasional. Kehadiran tenaga kerja menjadi salah satu unsur utama dalam mengaktifkan kembali seluruh kegiatan tambang.

“Karyawan-karyawan yang sempat kita rumahkan sekarang kita panggil kembali,” tutur Iwan.

Proses pemanggilan dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di area pertambangan. Perusahaan perlu menyesuaikan jumlah pekerja dengan kesiapan peralatan, fasilitas, dan tahapan produksi agar operasional berlangsung efektif.

Selain mengaktifkan kembali tenaga kerja, UNTR menyiapkan ulang alat berat serta instalasi kontraktor di lokasi. Seluruh komponen operasional harus melalui pemeriksaan sebelum digunakan untuk mendukung produksi.

Iwan menegaskan bahwa perusahaan berupaya meningkatkan kualitas operasional serta memperkuat penerapan keselamatan dan perlindungan lingkungan. UNTR juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam menjalankan proses pemulihan tersebut.

Operasi Tambang Sempat Dihentikan untuk Audit Lingkungan

Operasional Tambang Martabe sebelumnya dihentikan sementara oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan sejak 6 Desember 2025. Penghentian dilakukan untuk kepentingan audit lingkungan karena lokasi tambang berada di kawasan hulu DAS Batangtoru.

Langkah tersebut juga berlangsung dalam konteks penanganan dampak banjir bandang di wilayah Sumatra. Setelah menjalani proses evaluasi dan melengkapi kebutuhan administratif, perusahaan memperoleh lampu hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mempersiapkan kembali kegiatan operasional.

Dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Menara Astra, Jakarta, pada 16 April 2026, manajemen UNTR sebelumnya memperkirakan produksi dapat dimulai kembali pada pertengahan Mei.

“Kita harapkan sambil mempersiapkan ini dan paperwork-nya keluar nanti untuk izin produksi mulai lagi, seperti yang sudah dikatakan, mungkin dalam 1,5 bulan atau di pertengahan Mei kita sudah bisa beroperasi lagi,” kata Iwan saat itu.

Persiapan tersebut meliputi pemenuhan dokumen perizinan, pemeriksaan infrastruktur, pemulihan area kerja, dan penyesuaian sistem operasional. Perusahaan kemudian mulai menjalankan kembali produksi pada Mei 2026 dengan kapasitas yang ditingkatkan secara bertahap.

Baca Juga : “Bank BSN Salurkan KPR Subsidi Rp850 Miliar ke 5.100 Nasabah“

Peningkatan Kapasitas Disiapkan Mulai 2027

UNTR berencana meningkatkan produksi Tambang Martabe mulai 2027 apabila infrastruktur dan seluruh fasilitas pendukung telah siap. Strategi bertahap ini memberi waktu bagi perusahaan untuk mengevaluasi kinerja operasional setelah tambang berhenti selama beberapa bulan.

Pemulihan Tambang Martabe menjadi penting bagi keberlanjutan bisnis emas UNTR. Namun, peningkatan produksi tetap perlu berjalan sejalan dengan pemenuhan standar keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kepatuhan terhadap ketentuan pemerintah.

Sepanjang 2026, perusahaan akan berfokus menjaga kesinambungan produksi serta mengejar target sekitar 65 ribu ounce emas. Keberhasilan memenuhi target tersebut akan bergantung pada kesiapan infrastruktur, kelancaran pemanggilan kembali pekerja, serta hasil pengawasan lingkungan di kawasan Batangtoru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *