Penyetoran Modal ke CSM Corporatama Jadi Langkah Strategis Perusahaan
PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) secara resmi menyetorkan modal sebesar Rp499,28 miliar kepada anak usahanya, PT CSM Corporatama atau Indorent, pada Rabu, 24 Desember 2025. Transaksi ini merupakan bagian dari rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang sebelumnya telah disetujui oleh pemegang saham.
Dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Jumat, 26 Desember 2025, IMJS menyampaikan bahwa dana tersebut dikonversikan dalam bentuk 4,99 miliar lembar saham baru CSM. Tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk mendukung kegiatan usaha dan operasional anak usaha di sektor penyewaan kendaraan dan manajemen armada.
Baca Juga : “Pupuk Kaltim Jual 836 Ribu Ton Pupuk Lewat Program ODP“
Alokasi Dana Rights Issue Fokus Dukung Kinerja Anak Usaha
Penyetoran modal ini menjadi implementasi konkret dari hasil PUT IV yang telah dikomunikasikan sejak kuartal ketiga 2025. Dana hasil right issue tersebut diprioritaskan untuk mendukung ekspansi bisnis anak usaha, khususnya dalam penyediaan armada kendaraan sewa baru dan memperkuat struktur permodalan jangka panjang CSM.
“Transaksi penyetoran modal di CSM ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan atas rencana penggunaan dana yang diperoleh perseroan dari hasil PUT IV HMETD,” demikian tertulis dalam laporan resmi perusahaan.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen strategis perusahaan dalam menjaga kesinambungan operasional CSM, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyedia layanan penyewaan kendaraan terbesar di Indonesia.
Transaksi Afiliasi Tapi Tidak Kategorikan Material atau Benturan Kepentingan
Meskipun penyetoran dana ini diklasifikasikan sebagai transaksi afiliasi, mengingat CSM merupakan anak usaha langsung dengan kepemilikan 99,99%, namun transaksi ini dikecualikan dari kewajiban sesuai Pasal 6 ayat (1) POJK 42/2020. Hal ini karena hubungan kepemilikan saham langsung antara IMJS dan CSM yang menghindarkan adanya potensi konflik kepentingan.
Selain itu, transaksi ini tidak termasuk dalam kategori transaksi material sesuai Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Oleh karena itu, tidak diperlukan persetujuan lebih lanjut dari pemegang saham publik.
Pergerakan Saham IMJS Dipengaruhi Sentimen Pasar
Pada hari transaksi penyetoran modal dilakukan, yakni Rabu, 24 Desember 2025, saham IMJS ditutup melemah sebesar 7,41% ke level Rp250 per saham. Saham sempat dibuka naik ke posisi Rp272 sebelum menyentuh harga tertinggi Rp296 dan berakhir di posisi terendah.
Total volume perdagangan mencapai 652.355 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp17,6 miliar dalam 6.277 kali transaksi. Penurunan harga saham ini kemungkinan merupakan respons jangka pendek pasar terhadap langkah strategis yang dilakukan manajemen, meskipun secara fundamental mendukung pertumbuhan anak usaha.
Rencana Rights Issue PUT IV Resmi Digelar, IMSI Jadi Pembeli Siaga
Sebagai bagian dari langkah pendanaan strategis, IMJS telah mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas IV dengan HMETD untuk menerbitkan hingga 3 miliar saham baru bernilai nominal Rp200 per saham. Jumlah ini setara dengan 25,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-right issue.
Setiap 115.391 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 12 November 2025 berhak memperoleh 40.000 HMETD, yang kemudian dapat digunakan untuk membeli saham baru dengan harga pelaksanaan yang ditentukan kemudian.
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMSI), yang memegang 91,97% saham IMJS, telah menyatakan kesediaannya melaksanakan seluruh HMETD miliknya. Bahkan, IMSI juga bersedia bertindak sebagai pembeli siaga jika terdapat sisa saham yang tidak diserap oleh pemegang HMETD lainnya.
Jadwal Lengkap Pelaksanaan PUT IV dan HMETD
Untuk memfasilitasi proses PUT IV, perseroan telah menyusun jadwal teknis sebagai berikut:
- Cum-HMETD pasar reguler/negosiasi: 10 November 2025
- Ex-HMETD pasar reguler/negosiasi: 11 November 2025
- Tanggal pencatatan (recording date): 12 November 2025
- Perdagangan dan pelaksanaan HMETD: 14–20 November 2025
- Penyerahan saham hasil pelaksanaan: 18–24 November 2025
- Pembayaran oleh pembeli siaga: 25 November 2025
Saham baru hasil pelaksanaan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan memiliki hak yang sama dengan saham lama. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya akan mengalami dilusi maksimal 25,74%.
Fokus Penggunaan Dana untuk Penyediaan Armada dan Modal Kerja
Seluruh dana hasil PUT IV, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk menyetor modal ke CSM. Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan kendaraan sewa baru, ekspansi jaringan layanan, dan kebutuhan modal kerja lainnya.
Langkah ini menjadi respons strategis terhadap permintaan pasar yang meningkat di sektor penyewaan kendaraan, baik dari perusahaan swasta, lembaga pemerintah, maupun pengguna individu. Indorent sebagai anak usaha memiliki peluang ekspansi signifikan dalam iklim bisnis yang mulai stabil pascapandemi.
Pandangan ke Depan: Diversifikasi Bisnis dan Efisiensi Operasional
Indomobil Multi Jasa berkomitmen untuk terus memperkuat portofolio bisnis anak usahanya melalui optimalisasi pendanaan yang efisien. Dengan suntikan modal segar ini, diharapkan CSM Corporatama mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan layanan, dan memperkuat posisi pasar di sektor kendaraan operasional dan penyewaan.
Manajemen juga berencana mengevaluasi efektivitas alokasi dana pasca-right issue guna memastikan kontribusi positif terhadap pendapatan konsolidasian grup pada tahun buku mendatang.
Baca Juga : “Indomobil Multi Jasa (IMJS) Bakal Rights Issue 3 Miliar Saham Baru, Ini Tujuannya“











