CDIA Bagikan Dividen Interim 2025, Ini Jadwal Lengkapnya

CDIA

Dividen Interim Ditetapkan Rp1,34 per Saham Berdasarkan Kinerja Solid Semester I

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) resmi merevisi jadwal pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025. Emiten berkode saham CDIA ini menetapkan nilai dividen sebesar Rp1,34 per saham, berdasarkan kinerja keuangan per 30 Juni 2025 yang mencerminkan posisi finansial kuat dan profitabilitas sehat.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip pada Sabtu (3 Januari 2026), keputusan pembagian dividen interim telah disetujui oleh Dewan Komisaris pada 29 Desember 2025. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi pemegang saham, mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil dari laba bersih tahun berjalan.

Baca Juga : “Bursa Saham AS Naik Serempak di Awal Perdagangan 2026“

Kinerja Keuangan Semester I Jadi Landasan Pembagian Dividen

Keputusan manajemen untuk membagikan dividen interim 2025 dilandasi oleh hasil keuangan semester pertama yang solid. CDIA mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD67,84 juta. Selain itu, perseroan memiliki saldo laba ditahan bebas sebesar USD78,40 juta serta total ekuitas mencapai USD995,99 juta.

Dengan cadangan keuangan yang cukup besar, CDIA menilai perusahaan berada dalam posisi yang tepat untuk melakukan distribusi keuntungan kepada para pemegang saham. Kebijakan ini sekaligus menjadi bentuk kepercayaan diri perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional serta ekspansi bisnis ke depan.

Jadwal Terbaru Pembagian Dividen Interim 2025 CDIA

Berikut adalah jadwal resmi yang telah diperbarui untuk distribusi dividen interim 2025:

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Januari 2026
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 12 Januari 2026
  • Cum Dividen di Pasar Tunai: 13 Januari 2026
  • Ex Dividen di Pasar Tunai: 14 Januari 2026
  • Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS): 13 Januari 2026, pukul 16.00 WIB
  • Tanggal Pembayaran Dividen: 29 Januari 2026

Pemegang saham yang tercatat dalam daftar DPS pada 13 Januari berhak atas pembagian dividen tunai tersebut. Investor disarankan mencermati tanggal-tanggal penting untuk memastikan kelayakan penerimaan dividen.

Pergerakan Saham CDIA Menyambut Kebijakan Dividen

Pengumuman pembagian dividen turut berdampak pada pergerakan harga saham CDIA di bursa. Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, harga saham CDIA ditutup naik 2,69% ke level Rp1.715 per saham. Saham CDIA sempat dibuka menguat 20 poin ke Rp1.690 dan mencapai level tertinggi Rp1.765 serta level terendah Rp1.685.

Selama sesi perdagangan tersebut, saham CDIA mencatat frekuensi transaksi sebanyak 37.885 kali dengan volume sebesar 1.634.622 saham. Nilai transaksinya mencapai Rp282,7 miliar, menunjukkan minat yang tinggi dari investor terhadap emiten ini di tengah sentimen positif pembagian dividen.

Ekspansi Bisnis Melalui Pembangunan Fasilitas Tangki Bitumen

Seiring dengan pembagian dividen, PT Chandra Daya Investasi Tbk juga melanjutkan ekspansi bisnis melalui pembangunan fasilitas tangki bitumen oleh anak usahanya, PT Redeco Petrolin Utama (RPU). Proyek ini merupakan bagian dari penguatan lini bisnis penyimpanan dan logistik cair, khususnya untuk produk bitumen.

Fasilitas baru ini akan memiliki kapasitas total 12.000 meter kubik (m³) dan dirancang untuk mulai beroperasi pada kuartal III tahun 2026. Terdiri dari tiga tangki dengan kapasitas masing-masing 3.000 m³, 4.000 m³, dan 5.000 m³, infrastruktur ini akan menambah portofolio aset penting bagi grup CDI.

Sinergi dengan Chandra Asri Group dan Pemasok Internasional

Pembangunan fasilitas tangki bitumen juga merupakan bagian dari upaya integrasi vertikal dalam ekosistem industri Chandra Daya Investasi. Proyek ini disinergikan dengan aset-aset milik Chandra Asri Group sebagai induk usaha CDI, serta melibatkan Aster Chemicals and Energy Pte Ltd sebagai pemasok bahan baku bitumen.

Presiden Direktur grup CDI, Fransiskus Ruly Aryawan, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memperkuat infrastruktur nasional untuk mendukung sektor industri. “Dengan rekam jejak RPU yang kuat di sektor kepelabuhanan dan penyimpanan, CDI Group siap berkontribusi dalam pengembangan serta pemenuhan kebutuhan infrastruktur penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” jelasnya.

Total 75 Tangki dan Dua Dermaga Operasional Perkuat Posisi RPU

Dengan penambahan fasilitas ini, RPU akan mengoperasikan total 75 unit tangki penyimpanan yang mencakup berbagai produk, seperti petrokimia, pelumas, minyak bumi, dan kini termasuk bitumen sebagai lini produk cair terbaru.

RPU juga mengelola dua dermaga yang terkoneksi langsung dengan jaringan tangki penyimpanan. Dermaga tersebut memungkinkan efisiensi proses bongkar muat yang sesuai dengan karakteristik produk masing-masing, sekaligus memastikan layanan yang andal bagi pelanggan industri.

Sejak mulai beroperasi pada 1986, RPU telah memiliki reputasi kuat dalam layanan kepelabuhanan dan penyimpanan. Terminal utama mereka di Merak, Banten, menjadi salah satu titik logistik strategis dalam jaringan pasokan industri nasional.

Strategi Investasi Jangka Panjang Dorong Kepercayaan Pasar

Kebijakan pembagian dividen interim 2025 dan ekspansi fasilitas logistik menunjukkan strategi jangka panjang CDIA dalam mengelola profitabilitas sekaligus memperkuat infrastruktur industri. Hal ini memberi sinyal positif kepada pasar dan investor bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada distribusi laba, tetapi juga pembangunan berkelanjutan.

Keputusan ini juga memperkuat kredibilitas perusahaan sebagai bagian dari ekosistem industri yang terintegrasi, memperluas kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional. Investasi pada fasilitas strategis seperti tangki bitumen dinilai sebagai langkah yang akan memperbesar daya saing grup CDI dalam jangka menengah dan panjang.

Penutup: CDIA Tawarkan Nilai Lebih bagi Investor dan Industri

Dengan jadwal dividen yang telah diperbarui dan proyek strategis yang sedang berjalan, PT Chandra Daya Investasi Tbk membuktikan posisinya sebagai entitas yang tidak hanya menghasilkan profit, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan ekosistem industri nasional.

Kombinasi antara distribusi keuntungan langsung dan penguatan kapabilitas logistik menjadikan CDIA sebagai salah satu emiten yang layak diperhatikan di sektor infrastruktur dan energi terintegrasi. Dalam konteks yang lebih luas, langkah-langkah ini mempertegas peran CDIA dalam mendukung transformasi industri nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga : “Chandra Daya (CDIA) Bagi Dividen Interim Rp1,34 per Saham, Dijadwalkan pada 29 Januari 2026“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *