Bank Krom Siap Sesuaikan Strategi Hadapi Penghapusan KBMI I OJK

Bank Krom

Bank Krom Cermati Evaluasi OJK terhadap Kategori KBMI I

PT Bank Krom Indonesia Tbk (BBSI) menyatakan tengah mencermati secara saksama rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengevaluasi kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) I. Meski belum diterbitkan secara resmi dalam bentuk regulasi mengikat, Bank Krom sudah mempersiapkan langkah strategis bila kebijakan tersebut diterapkan.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (25/12/2025), manajemen menegaskan bahwa arah kebijakan regulator menjadi perhatian utama perusahaan. Mereka menyambut baik upaya OJK yang bertujuan memperkuat struktur perbankan nasional melalui konsolidasi dan peningkatan ketahanan permodalan.

Baca Juga : “Siasat Krom Bank (BBSI) Hadapi Digitalisasi hingga Likuiditas pada 2025“

Kebijakan OJK Masih Berstatus Pedoman, Belum Resmi Ditetapkan

Bank Krom menekankan bahwa hingga saat ini, wacana penghapusan KBMI I masih dalam bentuk pedoman internal OJK. Regulasi formal yang bersifat mengikat belum diterbitkan. Artinya, belum ada kewajiban hukum yang menuntut bank-bank dalam kelompok KBMI I untuk segera melakukan perubahan struktur modal atau strategi bisnis.

Namun demikian, perseroan tetap menyatakan kesiapan untuk melakukan penyesuaian bila nantinya kebijakan ini resmi diberlakukan. Penyesuaian tersebut mencakup tinjauan ulang terhadap arah strategi bisnis, prioritas segmen usaha, hingga rencana ekspansi yang sejalan dengan kerangka regulasi baru.

Operasional Bank Krom Tetap Berjalan Normal Tanpa Gangguan

Dari sisi operasional, Bank Krom memastikan bahwa aktivitas layanan terhadap nasabah tidak akan terganggu. Pelayanan tetap berjalan normal, termasuk dalam hal digital banking, penghimpunan dana, dan penyaluran kredit.

Perseroan menyebut akan membuka ruang penyesuaian pada rencana bisnis secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi ulang segmen pasar yang dituju serta model bisnis yang diadopsi. Langkah ini dianggap penting demi menjaga kesinambungan usaha dan kepatuhan terhadap regulasi ke depan.

Struktur Permodalan Jadi Fokus, Penguatan Modal Kemungkinan Diperlukan

Salah satu aspek krusial yang menjadi sorotan Bank Krom adalah struktur permodalan. Dalam skenario penghapusan KBMI I, bank-bank dengan modal inti di bawah Rp6 triliun berpotensi terdampak. Saat ini, batas modal inti minimum untuk KBMI II ditetapkan sebesar Rp6 triliun.

Bank Krom menyatakan kemungkinan perlu melakukan penguatan modal—baik melalui pertumbuhan organik, injeksi pemegang saham, maupun alternatif strategis lainnya. Upaya ini ditujukan agar struktur permodalan tetap memadai, stabil, dan mendukung rencana ekspansi yang berkelanjutan.

Evaluasi Strategis dan Aksi Korporasi Dilakukan Secara Berkelanjutan

Manajemen Bank Krom mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap kinerja operasional, struktur modal, dan efisiensi internal terus dilakukan secara berkelanjutan. Ini termasuk optimalisasi proses bisnis, penjajakan kemitraan strategis, serta eksplorasi opsi korporasi lainnya yang relevan dengan perkembangan regulasi.

Hingga kini, perseroan belum menetapkan linimasa pasti terkait aksi korporasi yang mungkin timbul akibat kebijakan ini. Namun, Bank Krom menyatakan komitmennya untuk menyampaikan informasi secara terbuka kepada OJK, BEI, dan pemangku kepentingan lainnya apabila terdapat perkembangan material yang memengaruhi bisnis.

Kinerja Positif Bank Krom Dorong Kepercayaan Investor dan Nasabah

Di tengah ketidakpastian regulasi, Bank Krom menunjukkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang kuartal II-2025. Dalam laporan keuangan terbarunya, perseroan mencatatkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar hampir 4 kali lipat secara tahunan (YoY), mencapai Rp5,6 triliun.

Laba bersih Bank Krom juga meningkat sebesar 12,36% YoY menjadi Rp73,2 miliar per Juni 2025. Presiden Direktur Bank Krom, Anton Hermawan, menyebut pertumbuhan ini mencerminkan fundamental bisnis yang kuat dan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bank digital.

“Pertumbuhan DPK yang signifikan mencerminkan kepercayaan nasabah yang semakin tinggi terhadap Krom Bank sebagai tempat menyimpan dan mengembangkan dana,” ujar Anton dalam keterangan tertulis, Minggu (3/8/2025).

Kredit Naik Tajam 141%, Risiko Kredit Terkendali

Pertumbuhan penyaluran kredit Bank Krom pun mencatat peningkatan pesat sebesar 141,57% YoY, mencapai Rp6,52 triliun. Jika dilihat dari bulan ke bulan, pertumbuhan kredit mencapai 9,51% MoM. Angka ini menunjukkan dorongan ekspansi yang kuat, didukung oleh strategi penyaluran yang disiplin dan selektif.

Rasio kredit bermasalah (NPL gross) berhasil ditekan menjadi 2,70%, membaik signifikan dari 3,93% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini menjadi indikator positif bahwa kualitas aset terjaga dengan baik meski di tengah ekspansi cepat.

Mayoritas penyaluran kredit saat ini masih melalui skema channeling, dengan nilai mencapai Rp5,85 triliun. Namun, Bank Krom berencana memperluas cakupan pembiayaan ke segmen ritel, termasuk UMKM dan konsumer.

Likuiditas Membaik, LDR Turun ke Level Sehat

Perbaikan signifikan juga terlihat pada posisi likuiditas Bank Krom. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 115,58% per Juni 2025, menurun dari 184,12% pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan LDR ini menunjukkan keseimbangan yang lebih sehat antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana.

Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, Bank Krom berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi secara selektif. Perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan yang mengutamakan profitabilitas jangka panjang dan efisiensi operasional.

“Keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan ketahanan likuiditas akan terus menjadi fokus utama kami dalam menjaga stabilitas dan daya saing,” tambah Anton.

Penutup: Bank Krom Siap Hadapi Perubahan Lanskap Perbankan

Meski wacana penghapusan kategori KBMI I masih dalam tahap evaluasi, Bank Krom telah menunjukkan kesigapan dalam mengantisipasi dinamika regulasi. Melalui pendekatan proaktif, penguatan modal, dan perbaikan fundamental bisnis, Bank Krom siap beradaptasi dengan lanskap industri perbankan yang terus berkembang.

Langkah-langkah strategis yang diambil menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi juga berupaya memperkuat posisi sebagai bank digital modern yang patuh regulasi, efisien, dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga : “Telkom Kembangkan Strategi Anak Usaha Perluas Ruang Digital RI“

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *