IPO Superbank SUPA Jadi yang Terbesar di BEI Tahun 2025

SUPA

Bursa Efek Indonesia Catat Lonjakan Dana IPO Sepanjang 2025

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan signifikan dalam jumlah dan nilai penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang tahun 2025. Hingga 5 Desember 2025, sebanyak 24 perusahaan telah melantai di pasar modal dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp15,21 triliun. Salah satu pencapaian terbesar datang dari PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang sukses menarik perhatian pelaku pasar dan mencatatkan nilai IPO besar.

Baca Juga : “Pemerintah Dorong Program MBG untuk Kendalikan Harga Pangan“

Superbank (SUPA) Jadi Sorotan Lewat IPO Rp2,7 Triliun

PT Super Bank Indonesia Tbk dijadwalkan mencatatkan saham perdananya di BEI pada Rabu, 17 Desember 2025. Emiten perbankan ini menawarkan 4,4 miliar saham kepada publik dengan harga penawaran Rp635 per saham. Dari aksi korporasi ini, Superbank diperkirakan menghimpun dana sebesar Rp2,79 triliun.

Superbank menjadi emiten ke-26 yang tercatat di BEI pada tahun 2025. Pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sektor perbankan digital, khususnya dengan dukungan kuat pada pengembangan teknologi dan penyaluran kredit untuk segmen ritel dan UMKM.

Alokasi Dana IPO Superbank Fokus pada Kredit dan Digitalisasi

Dari total dana IPO yang diperoleh, sekitar 70 persen akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperluas penyaluran kredit, terutama kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara itu, 30 persen sisanya dialokasikan sebagai belanja modal.

Belanja modal ini akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun mulai 2026. Tujuannya mencakup pengembangan produk pendanaan dan pembayaran berbasis digital, penguatan teknologi informasi, serta peningkatan sistem keamanan siber. Perseroan juga akan berinvestasi pada artificial intelligence (AI) dan data analytics untuk mendorong efisiensi dan inovasi produk keuangan masa depan.

“Kami berkomitmen membangun fondasi digital perbankan yang kuat dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia,” ujar perwakilan manajemen Superbank dalam prospektus resmi.


Daftar Emiten dengan Dana IPO Terbesar di BEI Sepanjang 2025

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Pimpin Perolehan Dana IPO

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan dana IPO terbesar di antara seluruh emiten 2025. Perusahaan ini melepas 1,61 miliar saham dengan harga IPO sebesar Rp2.880 per saham. Dari transaksi tersebut, EMAS berhasil meraih Rp4,65 triliun.

Dana hasil IPO dialokasikan dalam beberapa tahap. Sekitar USD 20 juta (Rp329,2 miliar) diberikan sebagai uang muka setoran modal kepada PT Pani Bersama Tambang untuk keperluan operasional. Jumlah serupa juga disalurkan sebagai pinjaman ke PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS). Sisanya, senilai Rp3,88 triliun, digunakan untuk pembayaran utang lebih awal kepada MCG sesuai perjanjian 2022 yang telah diamendemen pada Agustus 2024.

Data kurs mengacu pada nilai tukar tengah Bank Indonesia per 10 September 2025 yang tercatat sebesar Rp16.482 per dolar AS.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Ekspansi di Sektor Logistik dan Pelabuhan

CDIA mencatatkan saham perdana di papan pengembangan BEI pada 8 Juli 2025. Perseroan menawarkan 12,48 miliar saham dengan harga IPO Rp190 per saham. Dana yang dihimpun dari IPO mencapai Rp2,37 triliun.

Sebesar Rp871,76 miliar dialokasikan untuk ekspansi logistik, terutama melalui penyertaan modal anak usaha guna membeli kapal dan mendukung operasional. Sementara Rp1,48 triliun dipakai untuk pengembangan sektor pelabuhan dan penyimpanan, termasuk pembangunan fasilitas tangki dan jaringan pipa Ethylene di kawasan industri strategis.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) Kembangkan Kawasan Konvensi Nasional

CBDK melantai di papan utama BEI pada 13 Januari 2025 dengan melepas sekitar 566 juta saham bernilai nominal Rp20 per saham. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp4.060 per saham, menghasilkan perolehan dana IPO sekitar Rp2,3 triliun.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) sebagai bagian dari ekosistem MICE di kawasan Central Business District (CBD) PIK2. Proyek ini berdiri di atas lahan seluas 40 hektar dan direncanakan beroperasi sebagian mulai September 2025. CBDK juga tercatat memiliki cadangan lahan seluas 735 hektar dan total aset sebesar Rp18,5 triliun.

PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) Ekspansi Lewat Belanja Modal dan Pabrik Baru

YUPI resmi mencatatkan sahamnya di BEI pada 25 Maret 2025. Perusahaan ini melepas 754 juta saham dengan harga IPO Rp2.390 per saham, meraup dana sebesar Rp2,04 triliun. Dana tersebut terdiri dari hasil IPO sebesar Rp612 miliar dan hasil divestasi saham Rp1,42 triliun.

Sekitar 72 persen dana IPO digunakan untuk belanja modal, termasuk pembangunan pabrik baru di Nganjuk, Jawa Timur. Pabrik ini direncanakan mulai beroperasi pada 2026. Sisanya digunakan untuk modal kerja dan ekspansi pasar, baik domestik maupun internasional.

“Investasi pabrik baru ini akan meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar ke mancanegara,” kata manajemen YUPI dalam keterangan resmi.


Pandangan ke Depan: Tren IPO dan Transformasi Ekonomi Digital

Kehadiran emiten besar seperti Superbank, EMAS, dan YUPI menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia semakin diminati sebagai sumber pendanaan jangka panjang. Transformasi digital menjadi tema utama dalam rencana penggunaan dana IPO, terutama di sektor perbankan dan manufaktur.

Superbank, dengan fokus pada UMKM dan teknologi keuangan, mencerminkan arah baru industri perbankan nasional. Sementara itu, sektor energi dan logistik terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat seiring meningkatnya permintaan dalam negeri dan ekspor.

Dengan total perolehan Rp15,21 triliun dari 24 perusahaan hingga awal Desember 2025, serta pencatatan emiten-emiten besar seperti SUPA, EMAS, dan YUPI, tahun ini menjadi salah satu periode terkuat bagi pasar modal Indonesia dalam satu dekade terakhir.

Analis memproyeksikan jumlah pencatatan saham baru dan nilai IPO akan terus bertumbuh hingga akhir tahun, seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia tahun 2026.

Baca Juga : “Resmi Listing di BEI, Harga Saham SUPA Tembus ARA“

Exit mobile version