Lonjakan Harga Perak Catat Rekor Tertinggi Baru di Pasar Spot
Harga perak dunia mencetak sejarah baru pada 29 Desember 2025. Untuk pertama kalinya, harga perak spot resmi menembus angka USD 80 per ons, berdasarkan data terkini dari JM Bullion dan OneGold. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya permintaan dari sektor industri dan minat investor global terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Kenaikan drastis ini menandai perubahan signifikan dalam tren pasar logam mulia. Sepanjang tahun 2025, harga perak mengalami kenaikan total sekitar USD 51, menjadikannya salah satu komoditas dengan performa terbaik di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak nilai tukar.
Baca Juga : “BBRI Bagikan Dividen Interim Rp20,6 T, Cum Date 29 Desemberkju“
Dorongan Kuat dari Permintaan Industri dan Kontrak Berjangka COMEX
Salah satu pendorong utama kenaikan harga perak adalah permintaan industri yang terus meningkat. Perak memiliki banyak aplikasi penting di sektor manufaktur, energi terbarukan, dan teknologi, termasuk panel surya dan semikonduktor.
Selain itu, penguatan harga juga disokong oleh aktivitas perdagangan kontrak berjangka di bursa COMEX, yang memicu lonjakan harga di pasar spot. Beberapa dealer besar logam mulia juga menaikkan harga acuan seiring dengan tingginya permintaan, menjadikan perak sebagai komoditas yang semakin menarik.
Pasar Spot Merespons Stabil, Investor Tetap Waspada
Kendati terjadi lonjakan tajam, pasar merespons pergerakan ini secara relatif stabil. Investor institusional dan ritel memilih bersikap hati-hati dan mengamati dinamika harga lebih lanjut, mengingat kenaikan signifikan biasanya diikuti oleh potensi koreksi teknikal.
JM Bullion dalam pernyataan resminya menyebut, “Perak kini berada di wilayah rekor tertinggi baru, dengan permintaan industri serta kebutuhan moneter dan investasi sebagai pendorong utama.” Pernyataan ini menguatkan narasi bahwa lonjakan harga perak tidak semata spekulatif, melainkan didukung oleh fundamental pasar yang kuat.
Tidak Terkait Langsung dengan Aset Kripto, Tapi Jadi Sorotan Investor Global
Dikutip dari CoinMarketCap pada Senin (29/12/2025), tidak ditemukan keterkaitan langsung antara lonjakan harga perak dengan proyek blockchain atau aset kripto tertentu. Meskipun begitu, dinamika ini tetap menjadi perhatian para pelaku pasar digital karena menunjukkan bagaimana aset fisik seperti perak mampu memberikan stabilitas di tengah volatilitas kripto.
Sebagai perbandingan, pada tanggal yang sama, harga Bitcoin tercatat di kisaran USD 87.673,64 dengan kapitalisasi pasar USD 1,75 triliun. Namun dalam 90 hari terakhir, nilai Bitcoin justru terkoreksi hingga 23,29%, memperkuat persepsi investor terhadap logam mulia sebagai aset yang lebih aman.
Mengulang Rekor Sejarah: Perak Tembus Angka Tertinggi dalam Dua Dekade
Kenaikan harga perak di tahun ini mengingatkan pada lonjakan serupa pada tahun 2011, saat perak sempat mendekati angka USD 50 per ons. Namun kali ini, pencapaian melampaui rekor sebelumnya dan berlangsung di tengah pasar yang jauh lebih digital, terbuka, dan terintegrasi secara global.
Lingkungan pasar yang didominasi oleh perdagangan algoritmik, platform logam mulia daring, serta tingginya akses data real-time menjadikan respons terhadap pergerakan harga jauh lebih cepat. Hal ini menciptakan kombinasi volatilitas dan peluang yang dinamis bagi investor logam mulia.
Aset Fisik Kembali Menjadi Andalan Saat Ketidakpastian Ekonomi Meningkat
Lonjakan harga perak juga mencerminkan pergeseran sentimen investor global. Saat aset digital mengalami fluktuasi tajam dan ketidakpastian makroekonomi meningkat, investor kembali melirik aset fisik seperti perak dan emas sebagai bentuk diversifikasi portofolio dan perlindungan nilai (hedging).
Perak, yang secara historis dikenal sebagai “emas rakyat,” kini mendapatkan tempat penting dalam strategi keuangan individu dan institusi. Selain lebih terjangkau dibanding emas, perak memiliki utilitas tinggi dalam kehidupan nyata, menjadikannya aset yang bernilai dalam jangka panjang.
Data Pasar Terbaru: Kenaikan Tahunan Perak Lampaui 170%
Jika dihitung sejak awal tahun, harga perak meningkat lebih dari 170%, dari kisaran USD 29 per ons pada Januari 2025 menjadi USD 80 per ons di akhir Desember. Kenaikan ini jauh melampaui performa indeks saham utama dan mata uang kripto.
Bahkan, jika dibandingkan dengan kinerja komoditas lain seperti emas, tembaga, atau nikel, perak mencatatkan pertumbuhan yang lebih konsisten dan stabil, dengan volatilitas yang lebih terukur. Tren ini semakin memperkuat kepercayaan investor terhadap perak sebagai bagian penting dari portofolio jangka panjang.
Proyeksi Analis: Tren Bullish Perak Masih Berpotensi Berlanjut
Sejumlah analis pasar memperkirakan bahwa tren kenaikan harga perak masih bisa berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika inflasi global tidak segera mereda dan bank sentral tetap menjaga suku bunga tinggi.
Faktor geopolitik, kebijakan moneter AS, serta ketegangan rantai pasok industri manufaktur dan energi diperkirakan akan terus mendukung permintaan logam mulia, termasuk perak. HSBC Metals Research dalam laporan internalnya menyebutkan bahwa perak bisa mencapai USD 85–90 per ons pada kuartal I 2026 jika kondisi makro bertahan seperti saat ini.
Pandangan Ke Depan: Perak Semakin Relevan di Era Digitalisasi Ekonomi
Di tengah digitalisasi ekonomi global dan percepatan transisi energi, perak menjadi logam transisi yang relevan. Selain dibutuhkan dalam komponen teknologi hijau seperti panel surya, baterai EV, dan chip elektronik, perak juga menjadi tolok ukur kekuatan permintaan fisik terhadap komoditas.
Perubahan ini membuat perak bukan hanya alat lindung nilai, tetapi juga bagian dari narasi besar teknologi masa depan. Dengan lonjakan harga yang kini tercatat dalam sejarah, posisi perak di masa depan diperkirakan akan semakin strategis—baik dari sisi industri maupun investasi.
Kesimpulan:
Rekor baru harga perak di level USD 80 per ons mencerminkan kekuatan fundamental pasar logam mulia saat ini. Didukung oleh permintaan industri dan minat investasi yang meningkat, perak sekali lagi membuktikan daya tahannya sebagai aset keras di tengah volatilitas global. Investor kini lebih cermat membaca pergerakan perak sebagai bagian dari strategi diversifikasi jangka panjang, menjadikan logam mulia ini tetap relevan dalam portofolio modern yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Baca Juga : “Harga Perak Antam Hari Ini 29 Desember 2025 Naik Tajam, Tembus Rp48.765 per Gram“











