PT Juara Roti Indonesia Ekspor Produk Olahan Roti Senilai Rp 200 Juta
PT Juara Roti Indonesia (Roti Ropi), produsen lokal dari Klaten, Jawa Tengah, resmi mengekspor 2 ton adonan roti ke Uni Emirat Arab (UEA) dengan nilai transaksi mencapai Rp 200 juta. Pelepasan ekspor ini dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) pada Jumat, 5 Desember 2025, di pabrik Roti Ropi di Desa Delanggu, Klaten.
Langkah ini menandai keberhasilan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia dalam menembus pasar global. Mendag Busan menyampaikan bahwa Roti Ropi adalah bukti nyata UMKM dapat berkembang dari skala lokal hingga internasional.
Baca Juga : “Anak Usaha BRI Group Raup Laba Rp8,2 T, Kontribusi 19,9%“
Mendag Apresiasi Peran UMKM dalam Ekosistem Ekspor Nasional
Dalam pernyataan resminya, Mendag Busan menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif ekspor yang dilakukan Roti Ropi. Ia menekankan pentingnya menciptakan ekosistem perdagangan yang inklusif, di mana usaha kecil, menengah, dan besar dapat berkolaborasi secara sinergis.
“Roti Ropi memulai usahanya sebagai UMKM dan kini telah membuktikan diri mampu menguasai pasar dalam negeri dan menembus ekspor,” ujar Mendag Busan. Ia berharap capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi UMKM lain di seluruh Indonesia.
Peresmian Pabrik Baru Tingkatkan Kapasitas Produksi Roti Ropi
Selain melepas ekspor, Mendag Busan juga meresmikan pabrik baru Roti Ropi di Desa Delanggu. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, baik dari pasar lokal maupun internasional.
Dengan adanya pabrik baru ini, kapasitas produksi Roti Ropi diharapkan meningkat signifikan, sehingga mampu menjaga konsistensi kualitas dan kuantitas produk untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Program Desa Bisa Ekspor Dorong UMKM Go Global
Pelepasan ekspor Roti Ropi juga menjadi bagian dari program “Desa Bisa Ekspor” yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan. Program ini bertujuan untuk memetakan potensi produk unggulan dari desa yang belum terstandardisasi agar siap masuk pasar global.
Hingga akhir 2025, Kemendag telah mengidentifikasi dan mengkurasi 741 desa yang dinilai memiliki kesiapan untuk ekspor. Produk-produk dari desa ini dibantu melalui pelatihan manajemen usaha, pengemasan, hingga pencarian pasar.
Mendag Busan menjelaskan, “Kami membina dari hulu ke hilir. Mulai dari identifikasi produk, pelatihan manajemen, hingga difasilitasi pertemuan bisnis dengan pembeli mancanegara.”
Fasilitasi Ekspor Kemendag Lewat 46 Perwakilan di 33 Negara
Dalam mendukung UMKM seperti Roti Ropi, Kementerian Perdagangan secara aktif memfasilitasi kegiatan ekspor melalui 46 perwakilan dagang di 33 negara. Sepanjang Januari hingga November 2025, sebanyak 581 kegiatan ekspor telah difasilitasi.
Dari total tersebut, terdapat 377 kurasi produk dan 204 sesi temu bisnis internasional, dengan total nilai transaksi mencapai USD 134,4 juta. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membuka akses pasar global bagi produk Indonesia.
Pemerintah Daerah Apresiasi Kemajuan UMKM Klaten
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan Kementerian Perdagangan kepada pelaku usaha di daerahnya. Ia menyebut keberhasilan ekspor Roti Ropi sebagai bukti nyata bahwa UMKM dari Klaten mampu bersaing secara global.
“Terima kasih kepada Kemendag yang telah mendampingi Roti Ropi hingga bisa ekspor ke luar negeri. Ini jadi motivasi bagi UMKM lain,” ucap Bupati Hamenang.
Roti Ropi Kini Miliki 72 Gerai Domestik dan Dua di UEA
Roti Ropi memulai perjalanannya pada 2015 dengan membuka gerai pertamanya di Bekasi. Kini, perusahaan tersebut memiliki 72 gerai tersebar di berbagai kota di Indonesia serta dua gerai di Uni Emirat Arab.
Kesuksesan ini tidak lepas dari upaya membangun jaringan outlet yang kuat dan konsisten menjaga kualitas produk. Direktur Roti Ropi, Ahmad Reza Kurnia Rahman, menyampaikan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi strategis antara usaha desa dan dukungan pemerintah.
“Kami membangun bisnis dari desa dengan semangat global. Dukungan Kemendag sangat membantu dalam proses ekspor,” ujar Reza.
Produk Roti Ropi juga telah memiliki berbagai sertifikasi, seperti PIRT, izin edar BPOM, sertifikat halal dari Indonesia dan UEA, serta ISO 22000 dan ISO 9001.
Potensi Pasar Produk Makanan Olahan Indonesia Masih Sangat Besar
Kementerian Perdagangan mencatat bahwa nilai ekspor makanan olahan Indonesia mencapai USD 5,09 miliar selama Januari–Oktober 2025. Sementara itu, permintaan makanan olahan di Uni Emirat Arab selama 2024 tercatat sebesar USD 4,8 miliar.
Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi pelaku usaha makanan olahan Indonesia untuk menembus pasar Timur Tengah. Produk seperti adonan roti memiliki potensi tinggi karena tren konsumsi makanan praktis di UEA terus meningkat.
Pelepasan Ekspor Didampingi Pejabat Tinggi Kemendag
Acara pelepasan ekspor Roti Ropi ke UEA turut dihadiri pejabat tinggi dari Kementerian Perdagangan. Di antaranya Sekretaris Jenderal Isy Karim, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi, dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.
Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha di tingkat daerah untuk melakukan ekspansi global.
Penutup: Ekspor dari Desa, Bukti Nyata UMKM Siap Mendunia
Langkah ekspor adonan roti dari Klaten ke Uni Emirat Arab menjadi simbol keberhasilan UMKM Indonesia dalam menembus pasar internasional. Didukung infrastruktur produksi yang baik, jaringan distribusi yang luas, dan fasilitasi dari pemerintah, Roti Ropi berhasil membawa semangat desa untuk mendunia.
Inisiatif seperti program Desa Bisa Ekspor dan peran aktif perwakilan dagang luar negeri menunjukkan bahwa pemerintah serius membangun ekosistem ekspor yang inklusif. Jika model ini direplikasi secara konsisten, maka semakin banyak UMKM dari desa yang dapat mengikuti jejak Roti Ropi dalam menembus pasar global dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Baca Juga : “4.360 Lowongan Pekerjaan di Klaten Job Fair: Ada 33 Perusahaan, Ini Posisi yang Ditawarkan“
