Pertamina Hulu Energi Temukan Migas Baru di Laut Mahakam

Pertamina Hulu Energi

Eksplorasi Strategis di Laut Mahakam Berbuah Positif

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream dari Pertamina, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi migas. Kali ini, keberhasilan datang dari anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), yang menemukan cadangan migas baru di Laut Mahakam, Kalimantan Timur.

Temuan ini berasal dari pengeboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x yang berlokasi di wilayah South Mahakam. Sumur ini dibor hingga kedalaman 4.260 meter dan berhasil menembus Formasi Yakin. Meskipun target utama pengeboran belum sepenuhnya tercapai akibat tekanan tinggi, tim eksplorasi berhasil mengidentifikasi cadangan potensial pada lapisan yang lebih dangkal.

Baca Juga : “Menperin Usulkan Insentif Otomotif, Purbaya Respon“

Strategi Near Field Exploration Tingkatkan Efisiensi

Pengeboran MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan oleh PHE. Strategi ini dirancang untuk mempercepat peningkatan produksi dengan memanfaatkan infrastruktur eksisting dari lapangan migas yang sudah memasuki fase mature. Langkah ini dipandang sebagai solusi cepat (quick win) untuk optimalisasi potensi wilayah kerja lama.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan bahwa keberhasilan di MDP-1x menjadi bukti bahwa pendekatan eksplorasi baru masih relevan dan menjanjikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara PHE, SKK Migas, dan Kementerian ESDM.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature,” ungkap Muharram, Kamis (1/1/2026).

Cadangan Baru Capai 106 Juta Barel Ekuivalen Minyak

Cadangan yang ditemukan di MDP-1x diperkirakan mencapai Original Oil in Place (OOIP) sebesar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE). Temuan ini diharapkan dapat segera masuk tahap pengembangan dan memberikan kontribusi terhadap capaian lifting migas nasional.

Hasil uji alir pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) menunjukkan laju alir maksimum sebesar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas mencapai 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Interval uji sepanjang 25,5 meter memperkuat bukti adanya produktivitas reservoir karbonat dan batu pasir yang menjanjikan.

Empat dari Enam Sumur Eksplorasi Berhasil Temukan Migas

Sejak resmi mengelola Blok Mahakam pada awal 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi. Dari jumlah tersebut, empat sumur mencatatkan penemuan migas, termasuk MDP-1x yang kini dinilai sebagai salah satu penemuan paling signifikan.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menyatakan bahwa hasil ini memperkuat posisi Kalimantan sebagai salah satu kawasan penopang energi nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga rasio cadangan terhadap produksi (Reserve to Production Ratio/RtoP).

“Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan,” ujar Sunaryanto.

Teknologi Eksplorasi Modern Buka Potensi di Wilayah Mature

Keberhasilan pengeboran MDP-1x menjadi penanda penting bahwa wilayah kerja migas yang telah lama berproduksi masih menyimpan potensi besar jika dikelola dengan inovasi teknologi. Meskipun Formasi Yakin tidak sepenuhnya tercapai, identifikasi cadangan di lapisan Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS) membuka peluang baru dalam pengembangan energi domestik.

Kombinasi pemanfaatan data geologi, geofisika, serta pemodelan reservoir menjadi faktor penentu dalam mengarahkan strategi eksplorasi yang akurat. Penerapan teknologi pengeboran dalam kondisi tekanan tinggi juga menjadi tantangan yang berhasil diatasi tim teknis PHM.

Rangkaian Keberhasilan Eksplorasi PHE Sepanjang 2025

Capaian MDP-1x melengkapi serangkaian keberhasilan eksplorasi PHE selama 2025. Sebelumnya, PHE mencatat performa positif dari sumur BNG-064 dan BNG-067 di Blok D Field Adera. Selain itu, penemuan sumber daya gas in place sebesar 1,8 triliun kaki kubik (TCF) di Sulawesi Tengah sepanjang 2024 turut memperkuat portofolio eksplorasi nasional.

Keberhasilan eksplorasi ini tidak hanya meningkatkan cadangan energi nasional, tetapi juga memberi kontribusi pada kesinambungan produksi jangka panjang. Hal ini penting di tengah tantangan menurunnya produksi dari lapangan-lapangan migas tua di Indonesia.

Komitmen ESG dan SMAP Perkuat Tata Kelola Hulu Migas

PHE menegaskan bahwa seluruh kegiatan eksplorasi dan produksi migas dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain itu, PHE juga telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016 di seluruh afiliasinya.

Penerapan SMAP menjadi bukti keseriusan PHE dalam membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel. Ini menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan publik, pemerintah, dan mitra internasional dalam pengelolaan sumber daya alam.

Arah Strategis Pertamina Hulu Energi ke Depan

Ke depan, PHE akan terus memperluas strategi eksplorasi dengan pendekatan berbasis data dan inovasi. Fokus eksplorasi akan diarahkan pada wilayah dengan potensi tinggi namun belum tergarap optimal. Target jangka panjang PHE adalah menjaga keberlanjutan suplai energi dan meningkatkan rasio cadangan nasional secara konsisten.

Selain eksplorasi baru, PHE juga akan memaksimalkan produksi dari wilayah eksisting melalui enhanced oil recovery (EOR) dan digitalisasi operasi. Peningkatan efisiensi dan keamanan operasi akan menjadi landasan utama dalam menghadapi tantangan industri energi yang dinamis.

“Kami berkomitmen menjadikan eksplorasi sebagai tulang punggung keberlanjutan energi nasional, dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan tata kelola yang baik,” tegas pernyataan resmi PHE.

Kesimpulan: Cadangan Migas Laut Mahakam Perkuat Masa Depan Energi

Penemuan cadangan migas baru di Laut Mahakam menandai langkah strategis Pertamina Hulu Energi dalam memperkuat fondasi energi nasional. Temuan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan teknis, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan sektor hulu migas Indonesia.

Dengan dukungan teknologi, kolaborasi multi-pihak, serta tata kelola yang transparan, PHE diyakini mampu menjaga kesinambungan suplai energi nasional. Eksplorasi yang berhasil di wilayah mature seperti Mahakam juga membuka optimisme baru dalam menghadapi tantangan penurunan produksi nasional secara jangka panjang.

Baca Juga : “Pertamina Hulu Energi Menutup Tahun 2025 Dengan Temuan Migas Baru di Wilayah Kerja Mahakam“

Exit mobile version