IPO AI Melejit di China, Investor Asing Masih Terbatas

IPO AI

IPO Saham AI di China Alami Lonjakan Tajam

Penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) perusahaan kecerdasan buatan (AI) di Tiongkok mengalami lonjakan signifikan sepanjang akhir 2025. Saham MetaX Integrated Circuits tercatat melonjak hampir 700% saat hari pertama perdagangan di Bursa Shanghai. Sementara itu, saham Moore Threads juga melesat lebih dari 400% dalam debut perdananya.

Lonjakan ini menunjukkan minat besar dari investor domestik terhadap sektor teknologi strategis seperti AI dan semikonduktor. Tren ini juga menegaskan ambisi China dalam memperkuat posisi globalnya di bidang kecerdasan buatan dan teknologi digital.

Baca Juga : “IFG Life Perluas Layanan Klaim di 20 Kota Besar“

Hambatan Kuat untuk Partisipasi Investor Asing

Meskipun peluang keuntungan sangat besar, partisipasi investor asing dalam IPO perusahaan teknologi di China masih sangat terbatas. Pasar saham daratan China umumnya tertutup bagi investor ritel asing yang ingin langsung berpartisipasi dalam IPO.

“Hal ini bahkan tidak mungkin dilakukan. Kecuali mereka membuka rekening di broker China,” ujar Chris Zhang, Direktur Eksekutif China Fortune Securities Company, dikutip dari CNBC International, Selasa (23/12/2025).

Persyaratan membuka akun di perusahaan pialang dalam negeri mengharuskan investor asing memiliki rekening bank lokal, yang pada gilirannya memerlukan visa jangka panjang atau bukti tinggal tetap.

Kendala Teknis dan Regulasi IPO Saham A-Share

Investor asing yang ingin masuk ke pasar saham daratan juga dihadapkan pada syarat bahwa mereka harus sudah memiliki saham A-share sebelum bisa mengikuti undian IPO. Di sisi lain, mayoritas bank asing belum menjalin kemitraan dengan pialang lokal, sehingga menghambat proses administrasi.

Menurut panduan resmi Pemerintah Kota Shanghai, hanya kelompok terbatas warga asing seperti penduduk tetap, pekerja di China, atau ekspatriat dengan insentif saham yang dapat membuka rekening A-share.

Jalur Alternatif: Stock Connect dan Keterbatasannya

Stock Connect, program lintas batas antara bursa Hong Kong dan China daratan, menjadi alternatif utama bagi investor global untuk mengakses saham di Tiongkok. Namun, skema ini tidak memberi akses langsung ke saham IPO baru.

“Stock Connect tidak berfungsi karena saham-saham yang baru dicatatkan belum termasuk dalam Stock Connect. Biasanya diperlukan waktu beberapa minggu hingga bulan jika saham tersebut memenuhi syarat,” jelas Theodore Shou, Kepala Investasi Skybound Capital.

Akses ke saham baru di Stock Connect bergantung pada kapitalisasi pasar dan likuiditas, yang memerlukan riwayat perdagangan tertentu. Akibatnya, investor asing seringkali tertinggal dalam memperoleh saham unggulan pada saat awal pencatatan.

Eksposur Ritel Masih Sangat Terbatas dan Tidak Langsung

Investor ritel asing hanya memiliki akses terbatas melalui reksadana luar negeri yang berinvestasi pada saham A dan terlibat dalam IPO di pasar teknologi seperti STAR Market Shanghai. Namun, porsi alokasi IPO dalam produk reksa dana ini biasanya kecil.

“Namun, partisipasi tersebut bersifat tidak langsung, sangat terbatas, dan sebagian besar tidak berarti,” kata Shou.

STAR Market sendiri memiliki peraturan akses lebih ketat terhadap investor asing dibandingkan bursa utama lainnya di China. Hal ini menjadikan peluang partisipasi ritel luar negeri dalam IPO AI sebagai tantangan tersendiri.

Skema QFII dan RQFII Hanya untuk Institusi Global

Investor institusi besar memiliki peluang lebih besar melalui skema Qualified Foreign Institutional Investor (QFII) dan Renminbi QFII (RQFII). Program ini memberikan keleluasaan bagi institusi global seperti bank sentral dan lembaga investasi internasional untuk berpartisipasi dalam pasar saham domestik, termasuk IPO.

Namun, proses partisipasi tetap kompleks. Perusahaan harus mengantongi izin regulator, menunjuk kustodian domestik, serta melakukan registrasi valuta asing. Meski tidak mencantumkan batas minimum aset secara eksplisit, pemohon wajib menunjukkan tata kelola yang baik dan kondisi finansial yang kuat.

Skema ini tidak tersedia bagi investor individu dan membutuhkan rekam jejak kepatuhan yang terverifikasi. Karena itu, hanya institusi kelas dunia yang dapat memanfaatkan peluang investasi langsung dalam IPO AI di China.

Regulasi Ketat Terhadap Informasi Hoaks di Pasar AI

Tingginya ekspektasi terhadap saham AI juga berpotensi menciptakan ruang penyebaran informasi palsu. Otoritas sekuritas China menyatakan kesiapannya untuk menindak tegas penyebaran berita bohong yang didorong oleh teknologi AI.

Menurut laporan Yahoo Finance (17/3/2025), Securities Times menyebut bahwa regulator akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan otoritas dunia maya. Tujuannya adalah mencegah manipulasi pasar melalui kebijakan “menindak lebih awal, tegas, dan langsung.”

Shanghai Securities News melaporkan bahwa AI kini mulai dimanfaatkan untuk menyebar informasi menyesatkan kepada investor. Manipulasi semacam ini dinilai berpotensi menimbulkan kerugian besar, terutama bagi investor pemula yang kurang berhati-hati.

Teknologi AI Diandalkan Sekaligus Menimbulkan Risiko Investasi

Salah satu perusahaan baru yang tengah naik daun adalah DeepSeek, perusahaan AI China yang banyak dibahas investor. Perusahaan ini menarik perhatian manajer dana dan investor ritel karena pendekatannya dalam penggunaan AI untuk menganalisis dan menilai potensi saham.

Namun, penggunaan AI dalam investasi juga menghadirkan risiko, terutama bila informasi yang diproses berasal dari sumber palsu. Tanpa verifikasi yang kuat, investor dapat tertipu oleh analisis yang tampak meyakinkan namun ternyata tidak valid.

Sebagai respons, Komisi Pengawasan Sekuritas Tiongkok memperkuat klarifikasi rumor di pasar saham dan mengedepankan edukasi publik untuk meningkatkan literasi investasi digital.

Edukasi dan Perlindungan Investor Ditingkatkan Pemerintah

Peningkatan regulasi dan literasi investor menjadi bagian dari agenda nasional China menjelang peringatan Hari Hak Konsumen Sedunia pada 15 Maret. Pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk menyoroti perlindungan konsumen di bidang investasi, khususnya dalam sektor teknologi yang sangat dinamis.

Securities Times menekankan bahwa pengawas pasar akan secara aktif memberikan panduan untuk membentengi investor dari konten menyesatkan. Langkah ini menjadi sinyal penting bahwa pertumbuhan cepat sektor AI akan diimbangi dengan kontrol yang ketat terhadap tata kelola pasar.

Penutup: China Fokus Perkuat AI Sekaligus Batasi Risiko Globalisasi

Lonjakan IPO perusahaan AI di China mencerminkan optimisme tinggi terhadap masa depan teknologi digital nasional. Namun, pada saat yang sama, China tetap menjaga kontrol ketat terhadap akses pasar dan arus modal asing.

Bagi investor asing, peluang investasi AI di China terbuka namun dengan banyak syarat dan batasan. Sementara itu, China berupaya menjaga stabilitas pasar dengan menindak informasi palsu serta memperkuat edukasi investor domestik.

Ke depan, tantangan utama adalah menemukan keseimbangan antara keterbukaan pasar dan proteksi nasional, terutama dalam sektor strategis seperti kecerdasan buatan.

Baca Juga : “IPO Perusahaan AI China Fantastis, Investor Asing Sulit Ikut“

Exit mobile version