Pemerintah menilai kenaikan harga cabai menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih dalam batas yang dapat diterima. Produksi nasional dinyatakan cukup, namun faktor cuaca menjadi kendala utama yang memengaruhi proses panen dan distribusi di sejumlah daerah.
Produksi Cukup, Cuaca Hambat Panen Cabai
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa produksi cabai sepanjang 2025 relatif aman. Namun, intensitas hujan yang tinggi di beberapa sentra pertanian membuat panen tidak bisa dilakukan secara optimal. Kondisi ini berdampak pada pasokan harian di pasar, meski stok di tingkat produsen tetap tersedia.
Dalam rapat koordinasi bersama Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI), Mendag menegaskan bahwa lonjakan harga bukan disebabkan oleh kelangkaan. Ia menyebut kenaikan masih tergolong moderat dan tidak mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.
Baca Juga : “Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.028,18 T, Rekor Baru“
Harga Cabai Melewati HAP, Masih Dalam Batas Terkendali
Budi Santoso mencontohkan kondisi harga di Pontianak. Harga cabai merah besar sempat berada di kisaran Rp55.000–Rp57.000 per kilogram, lalu naik menjadi sekitar Rp67.000. Kenaikan tersebut dinilai masih wajar dalam konteks gangguan cuaca dan meningkatnya permintaan jelang libur panjang.
“Naiknya sekitar Rp10.000, tidak sampai dua kali lipat,” ujar Budi di Jakarta, Jumat (12/12/2025), seperti dikutip dari Antara. Pemerintah tetap memantau pergerakan harga meski sebagian daerah telah melampaui harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen.
Data Harga Cabai Nasional Per Desember 2025
Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) per 6 Desember 2025, rata-rata harga cabai merah nasional tercatat Rp59.898 per kilogram. Angka ini berada di atas batas atas HAP konsumen sebesar Rp55.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit nasional rata-rata mencapai Rp60.861 per kilogram, melampaui HAP konsumen yang ditetapkan Rp57.000 per kilogram. Pemerintah menilai selisih tersebut masih dapat ditoleransi selama tidak terjadi lonjakan ekstrem.
Pola Kenaikan Harga Akhir Tahun Berulang
Kementerian Perdagangan mencatat bahwa kenaikan harga cabai kerap terjadi menjelang akhir tahun. Pada 2024, lonjakan harga dipicu serangan hama dan penyakit tanaman. Tahun ini, penyebab utama bergeser ke faktor cuaca, bukan penurunan produksi.
ACCI juga menyampaikan bahwa kondisi seperti ini hampir selalu berulang setiap Desember. Perbedaannya, tahun 2025 tidak diikuti penurunan produksi signifikan, sehingga risiko krisis pasokan relatif kecil.
DPR Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Harga
Di sisi lain, Anggota Komisi VI DPR M. Sarmuji meminta pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok. Ia menyoroti kenaikan harga cabai, bawang merah, dan bawang putih yang berpotensi membebani masyarakat berpenghasilan rendah menjelang Nataru.
“Pemerintah harus mengontrol kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Sarmuji, Jumat (12/12/2025). Ia mengingatkan agar momentum libur besar tidak dimanfaatkan oleh spekulan dan penimbun.
Petani Lokal Diharapkan Menjadi Pihak yang Diuntungkan
Sarmuji menekankan bahwa kenaikan harga masih bisa dimaklumi jika dinikmati oleh petani lokal. Namun, pemerintah perlu bertindak tegas bila keuntungan justru mengalir ke tengkulak atau pelaku distribusi yang memainkan harga.
Menurutnya, fungsi pengawasan rantai pasok harus diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Operasi pasar juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan di seluruh wilayah.
Penutup: Stabilitas Harga Jadi Kunci Jelang Nataru
Secara umum, pemerintah menilai kenaikan harga cabai jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 masih terkendali. Produksi dinyatakan cukup, sementara gangguan cuaca menjadi faktor sementara yang perlu diantisipasi.
Ke depan, penguatan distribusi, pengawasan pasar, dan respons cepat terhadap potensi spekulasi menjadi kunci agar masyarakat dapat menghadapi momentum libur akhir tahun tanpa tekanan lonjakan harga bahan pokok.
Baca Juga : “Harga Cabai Rawit Nasional Awal 2025 di Atas Acuan“
