ARCI Bagikan Dividen Interim Rp499,83 M, Ini Jadwalnya

ARCHI

Persetujuan Direksi dan Komisaris Kukuhkan Komitmen kepada Pemegang Saham

PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), salah satu perusahaan tambang emas nasional terkemuka, resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar USD 30 juta atau sekitar Rp499,83 miliar. Keputusan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 2 Desember 2025.

Dividen ini disetujui dalam rapat direksi yang kemudian mendapatkan pengesahan dari dewan komisaris pada 1 Desember 2025. Nilai tukar rupiah yang digunakan dalam konversi adalah kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal yang sama, yakni Rp16.661 per dolar AS.

Langkah ini mencerminkan komitmen ARCI untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, sejalan dengan kinerja keuangan positif perseroan sepanjang tahun berjalan.

Baca Juga : “Pahami Franchise: Sistem Bisnis Waralaba yang Efektif dan Menguntungkan“

Kinerja Keuangan Kuat Jadi Dasar Pembagian Dividen

ARCI menyampaikan bahwa keputusan pembagian dividen interim didasarkan pada kondisi keuangan per 30 September 2025. Dalam laporan keuangannya, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar USD 70,47 juta.

Selain itu, ARCI juga mencatat saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai USD 233,11 juta. Total ekuitas perusahaan berada di level USD 343,95 juta.

Dengan kondisi keuangan yang solid tersebut, perseroan menilai bahwa pembagian dividen tidak akan mengganggu likuiditas atau rencana ekspansi yang tengah dijalankan.

Jadwal Pembagian Dividen Interim ARCI 2025

Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen interim tahun buku 2025 dari PT Archi Indonesia Tbk:

  • Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 10 Desember 2025
  • Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 11 Desember 2025
  • Cum dividen pasar tunai: 12 Desember 2025
  • Ex dividen pasar tunai: 15 Desember 2025
  • Tanggal penentuan pemegang saham berhak (recording date): 12 Desember 2025
  • Tanggal pembayaran dividen: 16 Desember 2025

Pemegang saham yang tercatat pada tanggal recording date akan menerima pembayaran dividen interim sesuai proporsi kepemilikan sahamnya.

Pergerakan Harga Saham ARCI Usai Pengumuman Dividen

Pada hari pengumuman dividen, Selasa 2 Desember 2025, harga saham ARCI ditutup stagnan di level Rp1.315 per saham setelah sempat turun 1,9% ke Rp1.290 per saham.

Dalam satu hari perdagangan tersebut, saham ARCI sempat menyentuh level tertinggi Rp1.315 dan terendah Rp1.265 per saham. Volume transaksi mencapai 919.647 saham dengan total nilai transaksi Rp118,6 miliar dalam 22.355 kali perdagangan.

Data ini menunjukkan minat investor tetap stabil meskipun terjadi fluktuasi harga, yang kemungkinan dipengaruhi oleh aksi ambil untung menjelang tanggal cum dividen.

Aksi Korporasi: Rajawali Kapital Emas Akuisisi Saham ARCI

Di sisi lain, ARCI juga mencatat aksi korporasi penting yang dilakukan oleh afiliasinya, PT Rajawali Kapital Emas (RKE). Pada 19 September 2025, RKE melakukan pembelian saham ARCI sebanyak 2.967.375.000 lembar saham dari PT Rajawali Corpora (RC), dengan harga Rp800 per saham.

Transaksi tersebut bernilai Rp2,37 triliun dan merupakan bagian dari strategi restrukturisasi internal grup usaha Rajawali. Selain itu, RKE juga membeli 100.000 saham tambahan dari PT Wijaya Anugerah Cemerlang (WAC).

Direktur Utama Archi Indonesia, Rudy Suhendra, menegaskan bahwa transaksi ini tidak memengaruhi struktur kepemilikan akhir dan tidak memiliki dampak terhadap operasional, hukum, maupun kondisi keuangan perseroan.

“Tujuan transaksi adalah restrukturisasi internal (pengalihan antar afiliasi dalam satu grup),” ujar Rudy dalam keterbukaan informasi di BEI.

Struktur Kepemilikan Saham ARCI Setelah Transaksi

Berdasarkan data BEI, struktur kepemilikan saham ARCI per 2 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

  • PT Rajawali Corpora: 85%
  • PT Basis Utama Prima: 6,11%
  • Hidaya Dwiputro Sulaksono: 0,003%
  • Masyarakat: 8,8%

Struktur ini menunjukkan bahwa saham ARCI masih didominasi oleh pemegang saham utama, dengan proporsi publik yang tetap terjaga di bawah 10%.

Performa Saham ARCI di Pasar Negosiasi

Sebelumnya, di pasar negosiasi pada 19 September 2025, harga saham ARCI mengalami penurunan sebesar 14,35% ke level Rp800 per saham. Volume perdagangan mencapai 29.673.750 saham, dengan frekuensi dua kali.

Pada hari yang sama, di pasar reguler, saham ARCI juga mencatat penurunan sebesar 0,56% ke level Rp885 per saham dari harga pembukaan Rp895. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp910 dan terendah Rp885. Volume perdagangan tercatat sebesar 29.944.932 saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp2,4 triliun.

Meski sempat mengalami koreksi, saham ARCI menunjukkan pemulihan yang cukup cepat hingga awal Desember, seiring dengan aksi korporasi dan pengumuman pembagian dividen.

Prospek ARCI dan Komitmen Terhadap Pemegang Saham

Dengan pembagian dividen interim sebesar hampir setengah triliun rupiah, ARCI menunjukkan kapasitasnya dalam menghasilkan keuntungan dan berbagi hasil dengan investor. Langkah ini juga memperkuat citra perusahaan sebagai entitas publik yang bertanggung jawab dan solid secara finansial.

Perseroan diyakini masih memiliki ruang untuk ekspansi, mengingat ekuitas dan saldo laba ditahan yang masih kuat. Kinerja keuangan per kuartal tiga 2025 pun memperkuat keyakinan bahwa ARCI berada dalam jalur pertumbuhan yang berkelanjutan.

Kesimpulan: Dividen dan Konsolidasi Internal Jadi Sorotan Investor

Langkah ARCI dalam membagikan dividen interim besar sekaligus melakukan konsolidasi saham internal menunjukkan arah strategis perusahaan yang fokus pada efisiensi dan stabilitas.

Bagi investor, ini menjadi sinyal positif akan komitmen jangka panjang perseroan. Dengan jadwal pembagian dividen yang telah ditetapkan dan struktur kepemilikan yang tetap terkontrol, ARCI dipandang sebagai emiten yang menarik untuk dipantau ke depannya, khususnya dalam sektor pertambangan emas nasional.

Baca Juga : “Archi Indonesia (ARCI) Kantongi Izin Panas Bumi di Bitung Kapasitas 40 MW“

Exit mobile version